STATUSMU, HARIMAUMU

jaga“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (TQS. Qaaf 50 : 18)

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa tidak berinteraksi dengan manusia lainnya. Apalagi fenomena sosial media yang sangat dahsyat dewasa ini menghadirkan koneksi antar manusia di dunia maya yang baru kenal bahkan tidak kenal sama sekali di dunia nyatanya. Interaksi tersebut melahirkan beberapa jenis orang dalam berkomunikasi di dunia maya. Pertama, orang yang kecanduan update status dan bahkan mengejar jempol sebanyak-banyaknya. Kedua, orang yang memanfaatkan ini untuk bisnisnya, gak peduli orang suka atau tidak yang penting upload terus produknya. Ketiga, orang autis yang gak mau tau urusan orang lain yang penting dia update terus statusnya mau ada yang suka atau tidak. Keempat, orang yang senang berdebat di dunia maya.Kelima, penikmat status orang lain. Dan lain sebagainya.

Ingatlah tidak sedikit orang yang harus menanggung kerugian besar akibat dari upload status yang langsung atau tidak langsung merasa dirugikan atasnya. Sebaliknya berapa banyak orang yang tersemangati dan terinspirasi dari status seseorang yang positif.

Berikut adalah tuntunan Islam dalam membuat status-status kita yang hakikatnya adalah perkataan kita yang kalau sudah dilontarkan ibarat anak panah yang melesat dari busurnya, sulit untuk ditangkap kembali.

Qaulan Sadida (perkataan yang benar, jujur)

Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar (qaulan sadida)”. (QS. An Nisa ayat 9)

Qaulan Baligha (tepat sasaran, komunikatif, to the point, mudah dimengerti)

Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka Qaulan Baligha –perkataan yang berbekas pada jiwa mereka”.( QS. An Nisa ayat 63)

Qaulan Ma’rufa (perkataan yang baik)

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya] dan ucapkanlah Qaulan Ma’rufa –perkataan yang baik.”( QS. Al Ahzab ayat 32)

Qaulan Karima (perkataan yang mulia)

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perktaan yang baik”.( QS. Al Isra’ ayat 23)

Qaulan Layyinan (perkataan yang lembut)

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun karena benar-benar dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut”.(QS. Thaha ayat 43-44)

Qaulan Maysura (perkataan yang ringan)

Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhannya yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka Qaulan Maysura –ucapan yang mudah”.( QS. Al Isra’ ayat 28)

Qulil haqqa walaukana murran (katakanlah apa yang benar walaupun pahit rasanya)

Falyakul khairan au liyasmut (katakanlah bila benar kalau tidak bisa, diamlah) laa takul qabla tafakur (janganlah berbicara sebelum berpikir terlebih dahulu)

“Sebutkanlah apa-apa yang baik mengenai sahabatmu yang tidak hadir dalam pertemuan, terutama hal-hal yang kamu sukai terhadap sahabatmu itu sebagaimana sahabatmu menyampaikan kebaikan dirimu pada saat kamu tidak hadir”.

“Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang…yaitu mereka yang memutar balikan fakta dengan lidahnya seperti seekor sapi yang mengunyah-ngunyah rumput dengan lidahnya”

Demikian detil Islam mengatur komunikasi kita, karena bahaya lisan itu kadang tidak terasa saat melakukannya namun sangat hebat dampaknya.

Bayangkan status kita adalah cahaya terang yang kita luncurkan ke langit di tengah malam gelap gulita, semakin banyak yang statusnya positif, semakin teranglah jalan kita. Dan sebaliknya status negatif adalah asap hitam yang diluncurkan ke langit, semakin menambah kepekatan malam saja.

 

Sumber : @kangsobdotcom

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Show Buttons
Hide Buttons