Bisikan Tersembunyi yang Menghancurkan

habib-salim-segaf“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia”

(QS an-Naas [114]:1-6)

 

Surat an-Naas merupakan salah satu dari dua surat al-Mu’awwidzat, yaitu surat-surat untuk berlindung dari kejahatan. Satu surat lain adalah surat al-Falaq. Di dalam surat an-Naas ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW secara khusus, dan umumnya umat Islam untuk berlindung kepada Allah dari kejahatan bisikan yang tersembunyi, “al-waswas al-khannas”. Yaitu, bisikan pikiran jahat yang membawa manusia ke dalam kehancuran. Bisikan halus yang dihembuskan ke dalam dada-dada manusia. Dibisikkan oleh setan, baik dari golongan jin ataupun manusia.

Dalam surat ini kita diperintahkan untuk berlindung seraya menyebut tiga sifat Allah, yaitu ar-rububiyyah (Dzat yang memelihara dan menjaga seluruh manusia, serta menciptakan dan mengatur seluruh perkara mereka), al-Milku (Dialah dzat yang mempunyai kepemilikan dan kekuasaan yang sempurna) dan al-Uluhiyyah (Dia adalah dzat yang disembah oleh seluruh manusia). Mengapa kita mesti berlindung dari kejahatan bisikan? Bahkan, kita berlindung dengan menyebut tiga sifat Allah sekaligus.

Nampaknya, bisikan halus ini memiliki dampak yang bukan main-main. Disadari bahwa kita kerap celaka disebabkan oleh sesuatu yang halus. Seseorang bisa saja bertahan dari hembusan angin yang besar, tapi banyak orang celaka oleh hembusan angin sepoi-sepoi yang melenakan. Hembusan bisikan halus inilah yang menyebabkan Nabi Adam melanggar perintah Allah, yang akhirnya membuat beliau diturunkan ke muka bumi. Beliau tergoda untuk memakan buah khuldi setelah Iblis menghembuskan bisikan jahat, “Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya dengan berkata, ‘Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa” (Qs Toha [20]:120).

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa bisikan ini senantiasa mengintai manusia sepanjang hayat. Sabdanya, “Sesungguhnya setan telah meletakkan hidungnya di hati anak Adam. Jika ia mengingat Allah, maka setan akan bersembunyi. Jika ia lupa, maka setan akan menguasai hatinya dan itulah “al-waswas al-khannaas”, waswas yang bersembunyi” (HR Abu Ya’la al-Mushili). Oleh karenanya, untuk berlindung dari bisikan halus ini, beliau menganjurkan kita untuk membaca surat an-Naas setiap selesai shalat, setiap pagi hari, setiap petang dan setiap akan tidur.  Wallahu a’lam bish shawab. (Apri/bpud)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Show Buttons
Hide Buttons